What to do when you patah hati

Cieeee sok Inggris (padahal barusan nge-google). Siapa di sini yang belum pernah patah hati? Gue yakin nyaris semuanya belum pernah. Ya masa, organ hatinya patah, apa nggak udah koit tuh, berhubung antrian transplantasi hati rame?

Nggak lucu, kan? Emang. Nah, kalo udah sepakat bahwa gue nggak lucu, mari kita serius. Pernah tau rasanya ditinggal pas lagi sayang-sayangnya? (eleuh siah, gue pengen muntah) Pernah tau rasanya perasaan yang tak berbalas? (aing… peurih!)

Makan nggak enak, terus jadi sakit maag, bantal nyaris berjamur karena nangis wae, kan? Biarlah dunia melihat senyumku, dan hanya bantal yang menjadi saksi bisu tumpahnya air mataku (siap-siap dibaledog). Kerja jadi males (tapi nggak mungkin males-males amat, karena nanti nggak digaji, mau makan gimana?!). Serba nggak enak.

Jadi, harus ngapain kalau patah hati?

Pertama, jangan denger lagu sedih. Apalagi kalau lagu sedihnya adalah lagu yang dikirim gebetan karena dia terkenang mantan-mantannya pas denger lagu itu. Sumpah, jangan didenger! Yang ada lu makin merasa sedih dan nggak dipilih. Mending denger lagu yang senang-senang. Atau nggak usah denger lagu sekalian, buang aja itu list lagu-lagu di laptop!

Kedua. Siapa yang suka simpan arsip chat, ayo ngaku sini….! Hapus semua arsip chat lu dengan gebetan/mantan. Kalo suka tuker-tukeran meme, hapus juga dari galeri ponsel. Percuma mau dibaca kayak orang baca yasin tiap malam Jum’at juga gebetan lu emang  nggak demen ama lu atau mantan lu udah sepet dengan hubungan kalian. Yang ada malah tambah desperado bangbango.

Ketiga. Jangan cari pelarian! Jangan, jangan, jangan. Ini yang paling nggak boleh. Seringkali demi mengentaskan kemiskinan rasa sakit hati atau kesedihan, kita mencari makhluk(dunia) lain sebagai penghiburan. Awalnya dari curhat-curhat, lama-lama karena merasa diperhatikan, eh jadi jalan bareng, eh jadian, eh….lama-lama nyesel sendiri. Yang satu nyesel karena tempat pelarian nggak sesuai2 amat dengan selera. Yang jadi tempat pelarian nyesel karena mau-mau aja kok dijadiin tong sampah.

Kalo mau curhat, noh sama temen deket yang nggak bakalan ada apa-apa. Yang mungkin bakalan ngamuk karena lu lemcups (lemah dan cupu) dengan urusan hati. Yang bakalan ngasih es krim segalon (tapi bayar sendiri) supaya lu seneng lagi. Yang bakalan ngajak mabok bareng (terus lu malah yg nyupirin dia karena dia mabok beneran lu nggak).

Keempat. Ini agak ekstrim, jadi siapkan jantung anda, saudara-saudara! Hapus semua kontak gebetan/mantan yang lu punya. Putus semua jalur komunikasi. Meskipun itu putus baik-baik. Kenapa? Supaya lu mudah menjalani hari-hari lu, biar lebih mudah melangkah. Bukan memutus tali silaturahim, tapi menjaga hati lu yang udah hancur lebur kayak tape dibejeg-bejeg itu.

Perkara 10 tahun kemudian lu ketemu lagi sama mantan gebetan/mantan pacar dan kemudian kasih sayang bersemi kembali atau bisa jadi teman, itu lain urusan. Sekarang hapus dulu semua kontaknya, putuskan komunikasi. Syukur-syukur ketemunya ntar udah tua (meskipun lebih bagus lagi ketemunya pas udah di Padang Mahsyar sana).

Kelima, ada baiknya mencari aktivitas yang mengalihkan pandanganmu dari duniaku perhatian. Membaca buku misalnya. Tapi jangan novel romance ya, ntar tambah baper. Baca buku sejarah kek, politik, ekonomi, terorisme, apalah terserah. Menggambar? Menulis? Melukis masa depan kita bersama? Mewarnai? Main engklek? Olahraga? Basket? Renang? Biar energimu buat termehek-mehek habis tersalurkan ke aktivitas-aktivitas itu.

Last one,… one day you might fall in love again,…

or not. Shit happens in your life. You might not get picked by the person whom you like. You might be a wallflower or single for the rest of your life. But you must live. You have to function accordingly.

Ya, sekarang sedih banget. Kelenjar lakrimal (halah)di matamu sedang overproduksi air mata yang banyak sekali. Hormon stressmu lagi seenak jidat menguasai tubuh. Emang rasanya ingin marah sama dunia. Ingin marah sama Tuhan. Ingin meringkuk di kasur dan berhenti. Patah hati bisa separah itu. Tapi, yuk kita hidup. Pelan-pelan aja melangkahnya. Nggak apa kalau jatuh lagi, nanti kita bangun.

Yuk melangkah lagi pelan-pelan. Karena hanya dengan melangkah lah lu akan jadi orang yang kuat. Dan mungkin lu akan kembali siap membuka hati. Kalaupun tidak, lu udah nambah satu kekuatan dalam diri, kekuatan untuk bertahan. You are awesome like that.

 

*cium ubun-ubun*

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s